SALAH KIBLAT
Film ini menceritakan tentang seorang jomblowan yang sangat ngenesss.
23 Mei 2018, tepat di salah satu Perguruan Tinggi Terkenal di Palembang. Ada seorang lelaki jomblo yang sangat ngenesss karena nasibnya yang bertampang pas-pasan dengan dompet yang berisi mepet dan sifat konyol yg sok ganteng, yang bikin semua cewek - cewek yang dia deketin selalu menghindar dan bahkan ada yang mengejeknya.
Siang itu tepat jam mata kuliah sinematografi berakhir, sebut saja namanya Eko Saputra ini bergegas keluar kelas untuk bertemu dengan teman-teman SMP nya yang sudah menunggu di salah satu cafe ternama di palembang disana mereka bertemu dengan tema buka bersama. Namun setelah sampai nya dia di cafe tersebut dan melihat sekeliling tempat itu penuh sekerumunan orang-orang yang berpasangan bahkan ada yang membawa baby nya. Semua mata tertuju pada ku yang datang hanya seorang diri. Sempat ada yg bertanya pasanganku, aku hanya menjawab ada tapi dia sibuk dengan pekerjaan lain. Ada salah satu suara orang tertawa dan berkata jangan suka menyembunyikan kebohongan boy, jujur saja kalau kau itu jomblo ngenesss. Hahaha.. Dasar jomblo ! Ejek rio kepadaku.
Aku hanya menganggapnya angin berlalu saja dan tak ku ambil hati saat itu.
Malam setelah ku sesampai di kos aku berkaca dan akhirnya terbaring dikasurku dengan raut muka kusut,sangat berantakan dan terlintas di pikiranku tentang ucapan temanku rio itu. Dasar JOMBLO !
Sempat berpikir kurang apa lagi si aku ?? Dan berpikir putus asa, sampai akhirnya aku tertidur lelap dan bermimpi buruk, mungkin ini mimpi yang paling buruk sepanjang hidup ku.
Aku bermimpi...
Berubah menjadi seorang wanita cantik dan bertubuh sexy dengan nama panggilan cek Eka.
Dengan tubuh ku yang sexy aku memanfaatkannya untuk mempermainkan hati semua lelaki dan menghabiskan uang dan waktunya menjadi sia-sia.
Dalam mimpiku itu aku sedang mempermaikan hati teman ku rio yang sudah mengejekku saat reuni saat itu. Aku mengajak rio kesalah satu hotel berbintang 5 di palembang, dengan raut muka buasnya rio terus marayu ku untuk bergegas menerkamnya dengan kebuasan seorang wanita malam. Saat mendakati puncak rio berteriak sekencang mungkin dan mendorongku hingga aku terjatuh dari tempat tidur. Saat itu aku terkejut dan terbangung dari tidurku. Aku pun bersandar di ujung tempat tidurku dan berkata syukurlah ternyata aku sedang bermimpi saja.
Dan sejak itu Eko Saputra berpikir untuk selalu bersyukur atas apa yang telah Tuhan beri walau tampang pas-pasan asalkan agama tetap diutamakan dan tak pernah lupa untuk selalu bersyukur.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar