Minggu, 19 Mei 2019

Ide cerita sebagai sutradara


SALAH KIBLAT



Film ini menceritakan tentang seorang jomblowan yang sangat ngenesss.

23 Mei 2018, tepat di salah satu Perguruan Tinggi Terkenal di Palembang. Ada seorang lelaki jomblo yang sangat ngenesss karena nasibnya yang bertampang pas-pasan dengan dompet yang berisi mepet dan sifat konyol yg sok ganteng, yang bikin semua cewek - cewek yang dia deketin selalu menghindar dan bahkan ada yang mengejeknya.

Siang itu tepat jam mata kuliah sinematografi berakhir, sebut saja namanya Eko Saputra ini bergegas keluar kelas untuk bertemu dengan teman-teman SMP nya yang sudah menunggu di salah satu cafe ternama di palembang disana mereka bertemu dengan tema buka bersama. Namun setelah sampai nya dia di cafe tersebut dan melihat sekeliling tempat itu penuh sekerumunan orang-orang yang berpasangan bahkan ada yang membawa baby nya. Semua mata tertuju pada ku yang datang hanya seorang diri. Sempat ada yg bertanya pasanganku, aku hanya menjawab ada tapi dia sibuk dengan pekerjaan lain. Ada salah satu suara orang tertawa dan berkata jangan suka menyembunyikan kebohongan boy, jujur saja kalau kau itu jomblo ngenesss. Hahaha.. Dasar jomblo ! Ejek rio kepadaku.
Aku hanya menganggapnya angin berlalu saja dan tak ku ambil hati saat itu. 

Malam setelah ku sesampai di kos aku berkaca dan akhirnya terbaring dikasurku dengan raut muka kusut,sangat berantakan dan terlintas di pikiranku tentang ucapan temanku rio itu. Dasar JOMBLO !
Sempat berpikir kurang apa lagi si aku ?? Dan berpikir putus asa, sampai akhirnya aku tertidur lelap dan bermimpi buruk, mungkin ini mimpi yang paling buruk sepanjang hidup ku.
Aku bermimpi...
Berubah menjadi seorang wanita cantik dan bertubuh sexy dengan nama panggilan cek Eka.

Dengan tubuh ku yang sexy aku memanfaatkannya untuk mempermainkan hati semua lelaki dan menghabiskan uang dan waktunya menjadi sia-sia.
Dalam mimpiku itu aku sedang mempermaikan hati teman ku rio yang sudah mengejekku saat reuni saat itu. Aku mengajak rio kesalah satu hotel berbintang 5 di palembang, dengan raut muka buasnya rio terus marayu ku untuk bergegas menerkamnya dengan kebuasan seorang wanita malam. Saat mendakati puncak rio berteriak sekencang mungkin dan mendorongku hingga aku terjatuh dari tempat tidur. Saat itu aku terkejut dan terbangung dari tidurku. Aku pun bersandar di ujung tempat tidurku dan berkata syukurlah ternyata aku  sedang bermimpi saja. 

Dan sejak itu Eko Saputra berpikir untuk selalu bersyukur atas apa yang telah Tuhan beri walau tampang pas-pasan asalkan agama tetap diutamakan dan tak pernah lupa untuk selalu bersyukur.

KONVENSI DALAM TATA SUARA



A. TATA SUARA
            Tata suara atau sound atau penggunaan unsur audio atau sura dalam sebuah film mempunyai fungsi sebagai pemberi kesan hidup pada unsur visual film tersebut .

B. UNSUR TATA SUARA
            1. Dialog, biasanya mengambil porsi paling besar dalam sebuah film dan biasanya tidak seperti dalam kehidupan sehari-hari yang banyak diwarnai basa-basi dan pembicaraan yang tidak berujung pangkal .
            2. Narasi,  adalah vice over atau suara yang muncul diluar apa yang nampak layar. Kehadiran suara tanpa wujud ini diterima dan dipercaya oleh audince karena suara itu mempunyai otoritas dalam memberikan penjelasan secara verbal terhadap rangkaina gambar yang tertata dalam film .
            3. Thought voice, narasi yang menyiarakan apa yang terjadi dalam benak/ fikiran dimana dalam layar seorang aktor tidak bebicara lewat bibir tapi audince mendengar suaranya yang menceritakan apa yang sedang dipikirkanya semacam menolog panggung yang dipindahkan kedalam film .
            4. Musik, upaya menggambungkan aksi dramatik dan musik dalam film juga merupakan suatu konvensi .
            5.Sound efect,  Sama halnya dengan unsur suara lainya, sound efect mempunyai kontribusi yang besar dalam mendukung ilusi realitas sebuah film .
            6. Atmosphere, merupakan unsur suara yang menciptakan kesan suara terhadap suasana sebenarnya .
AVENGERS


Tak hanya jalan cerita yang matang dan menghibur. Film berdurasi 181 menit ini juga akan menggugah emosi, baik tawa, tangis dan rasa haru. 
Sinopsis Film
Pasca jentikan jari Thanos (Josh Brolin), bumi kehilangan separuh populasinya. Hal ini juga turut dirasakan oleh Hawkeye (Jeremy Renner) yang secara tiba-tiba harus kehilangan keluarganya. Di sisi lain Tony Stark (Robert Downey Jr) berusaha menguatkan diri dan memupuk harapan untuk bisa kembali menyelamatkan bumi. Para Avengers yang tersisa, Black Widow (Scarlet Johansson), Hulk (Mark Rufallo), Thor (Chris Hemsworth), War Machine (Don Cheadle) memikirkan berbagai cara memungkinkan untuk menghadapi Thanos dan merebut Infinity Stone.
Dengan tambahan bala bantuan dari Captain Marvel (Brie Larson), para superhero ini beraksi kembali dengan harapan mampu mengalahkan Thanos. Namun sayang apa yang mereka prediksi ternyata tak sesuai dengan rencana awal.



Hidup dalam rasa putus asa selama 5 tahun, sebagian orang mulai menjalani kehidupan baru, bahkan beberapa superhero memilih untuk menjalani hidup normal dan menerima kenyataan. Namun harapan baru muncul saat Scott Lang atau Ant Man (Paul Rudd) kembali ke bumi setelah terjebak di alam kuantum. Dan melalui ide 'gila' yang dimiliki Scott, para Avangers pun kembali bersemangat untuk mendapatkan Infinity Stone dan mengembalikan setengah populasi dunia yang sempat hilang.
Pertarungan penutup kisah yang mengagumkan
Tak banyak yang bisa saya ungkapkan demi menjaga alur cerita Avengers tetap aman tanpa spoiler.


Namun secara keseluruhan Avengers: Endgame merupakan tontonan yang layak disaksikan, terutama bagi Anda penggemar superhero Marvel. Penampilan sederet aktor A list tentu jadi nilai plus yang turut membuat film ini terasa menghibur untuk disaksikan. Dan tentu saja penampilan terakhir Stan Lee sebagai cameo seolah menjadikan film Marvel ini sebagai kisah penutup yang manis.

    

Struktur Bercerita Dalam Film




A. POLA NARATIF


1. STRUKTUR NARATIF

          Yaitu film yang menggunakn struktur bercerita yang menyampaikan sebuah kisah atau pesan tertentu dimana biasanaya cara berceritanya menggunakan urutan kronologis peristiwa .


2. PROSES PENULISAN POLA NARATIF


                1. Basic Story Idea, membuat ide dasar atau gagasan cerita.

                2. Narrative Synopsis Outline, membuat ringkasan cerita yang biasanya ditulis dalam         bentuk  paragraf dengan panjan sekitar 1-2 halaman .

                3. Scene Outline/Scene Breakdown, sering juga disebut dengan treatmant karena sudah   membagi sinopsis atau bringkasan cerita dalam beberapa sekwen atau pembababakan yang berisikan ringkasan isi sekwen, isi pokok adegan, situasi dan suasana, toko, seting, property, dan shot penting disetiap sekwen .

                4. First Draft, Naskah pertama yang dibuat oleh penulis naskah sebelum menerima masukan dari tim kreatif lain seperti sutrdara, produser, maupun tim .


3. TEKNIK NARATIF

                1. Exposition

                2. Preperation

                3. Foreshadowing

                4. Plant

       

4. POINT OF VIEW (pov)

                1. The First person

                2. Omniscient

                3. Scenic/ objective

                4. Dencentral intelegence


5. POLA NON NARATIF


                Beberapa bentuk film non naratif

                1. Film kategoris

                2. Film Reloris

                3. Film abstrak

                4. Film Asosiatif
    

Sabtu, 18 Mei 2019

Memahami Gerakan pada KAMERA


A.    TUJUAN GERAKAN KAMERA

1.      Gerakan panning

a.       Tujuan fungsional / teknis
1.      Mengikuti gerakan subyek / keinginan untuk menunjukan situasi
2.      Menunjukan bagian bagian di mana bagian bagian tersebut mempunyai hubungan satu sama lain
3.      Menunjukan pemandangan secara keseluruhan
4.      Menghindari subyek atau objek yanh tidak di inginkan masuk dalam gambar

b.      Tujuan artistik
1.      Menghubungkan beberapa subjek yang tempatnya terpisah
2.      Memperlihatkan hubungan bagian yang satu dengan  bagian yang lainnya
3.      Memperlihatkan sebab akibat
4.      Mengalihkan titik perlihatkan penonton
5.      Membangun ketenganngan yang mempunyai dampak pada penonton

2.      Gerakan pedestal up

A.     tujuan fungsional  / teknis
1.      Melihat gerakan secara keseluruhan
2.      Menghindari subyek atau objek yang ada di foreground atau latar depan gambar
B.     Tujuan artistik
1.      Melihat subjek atau objek dari atas ke bawah
2.      Mengurangi kekuatan subjek
3.      Mengurangi dominasi foreground
4.      Ccgcfd

3.      Gerakan pedestal down

a.       Tujuan fungsional / teknis
1.      Medapatkan level shots dari subyek yang rendah letaknya
2.      Mengambil gambar subjek atau objek sekaligus dengan foregroundnya
3.      Menghindari gerakan di belakang subjek

b.      Tujuan artistik
1.      Meningkatkan pehatian penonton
2.      Menambah kekuatan subjek

4 . gerakan dolly / track in

a.       Tujuan fungsional / teknis
1.      Memperlihatkan aktivasi talent secara lebih rinci
2.      Menghindari subjek atau objek yang tidak di perhatikan
3.      Memposisikan kembali setelah terjadi perubahan kedudukan subjek atau objek
4.      Merubah titik perhstiksn gambar
5.      Memperkuat subjek yang sedang menuju gambar

b.      Tujuan artistik
1.      Menciptakan efek sujektif
2.      Meningkatkan ketegangan
3.      Mengisi subjek yang mulai lemah dominasinya karena subjek menjahui kamera
4.      Mengalihkan perhatian penonton
5.      Memusatkan perhatian
6.      Memperlihatkan adanya informasi baru pada gambar
7.      Memperlihatkan subyek yang dinilai penting

5 . gerakan pedestal up

a.       Tujuan fungsional  / teknik
1.      Melihat gerakan secara keseluruhan
2.      Menghindari subjek atau objek yang ada di foreground atau latar depan gambar
3.       Memperlihatkan
Manipulasi Waktu Dalam Film


A.      Screen Time
Melalui peristiwa yang dinampakkan di layar misalnya hari, bulan, tahun, dll
B.      Subjective Time
Manipulasi waktu yang subyektif ini melalui emosi atu perasaan yang ditunjukkan melalui karakter.
C.      Compressed Time
Manipulasi waktu dengan waktu yang dipampatkan biasanya melalui pembuatan sekwen, scane atau shot dengan setting waktu yang berbeda.
D.      Long Take
Shot Tunggal Yang menunjukkan periode waktu tertentu yang kelihatan natural karena hampir sesuai kenyataanya.
E.       Simultaneous Time
Peristiwa yang terjadi di tempat yang berbeda tapi bersamaan dngan pararel editing atau editing.
F.       Slow-Motion
Pengunaan efek memperlambat agenda untuk menunjukkan bahwa adegan dilakukan dengan cepat, atau bis juga untuk menekankan efek framatik agenda tersebut.
G.     Fast-Motion
Penggunaan efek mempercepat agenda untuk memperlambat agenda atau membuat kesan lucu.
H.      Reseverse Motion
Pengunaan agenda diulang untuk mrnggunakan action tidak jadi dilakukan seperti orang terjun ke kolam ditarik sehingga tidak tejadi.
I.        Replay
Pengulangan beberapa agenda yang dianggap penting untuk menunjukkan bahwa si karakter sedang mengingat apa yang pernah terjadi.
J.        Freeze-Frame
Penggunaan still atau tidak ada gerakan sama sekali  untuk menunjukkan  waktu yang telah berlalu dan kemudian berganti dengan adegan atau proses selanjutnya.
K.      Flasback
Sebuah break di antara runtutan untuk menunjukkan apa yang pernh terjadi di masa lalu dengan apa yang terjadi sekarang.


Candradimuka Film Festival 2019



Kemarin (30/04) stisipol candradimuka mengadakan acara Candradimuka Film Festival 2019. Di acara itu pula saya berkesempatan menjadi penanggung jawab acara tersebut. Awal perencanaan acara ini berawal dari keinginan seluruh anggota Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Stispol Candradimuka Palembang mengadakan suatu event yang berhubungan dengan 4 elemen komunikasi, dan disepakatilah adanya lomba film pendek dan talkshow. Kegiatan ini pula didudkung dan disuport penuh oleh STISIPOL Candradimuka dan Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi STISIPOL Candradimuka.

Proses menuju acara ini membutuhkan waktu 1 bulan, mulai dari pencarian sponsor, sounding acara, penyiapan acara mulai dari banner,penyiapan plakat dan sertifikat, penyiapan formulir, pembuatan undangan, dan mengurus perizinan tempat. Semua itu dilakukan oleh seluruh panitia yang berasal dari anggota HIMAKOM yang secara solid, bekerja keras, dan penuh semangat menyukseskan acara tersebut.  

Sebelum Acara Cafifes berlangsung ada pula sesi penjurian diamana 3 juri yang berasal dari perwakilan Layar Taman Rifqi Mardani, Dosen Stisipol Candradimuka Dilmai Putra S,Sn M,S.n. dan Ketua Ilmu Komunikasi STISIPOL Candradimuka Palembang Sumarni Bayu Anita S.Sos M.A. dari sesi penilain tersebut didapat 5 juara kategori Mahasiswa atau Umum dengan gendre film komedi, drama, legenda, action, dan horor. Terdapat pula 3 juara kategori pelajar dengan gendre film drama,horor, dan action.



Hari yang dinanti pun tiba, acara talkshow dimulai pukul 14:00 dengn tema “Peran Sineas Muda dalam Perkembangan Film Di sumatera Selatan” berlangsung sukses. Acara Talkshow tersebut diikuti oleh Mahasiswa baik dari STISIPOL Candradimuka Palembang itu sendiri dan mahasiswa yang berasal dari peguruan tinggi lainnya. Ada pula pelajar tingkat SMA Se-kota Palembang.

Acara Talkshow tersebut di isi oleh pemateri yang ahli di bidang sinematografi seperti perwakilan Layar Taman Rifqi Mardani, Dosen Stisipol Candradimuka Dilmai Putra S,Sn M,S.n, Dan dosen profesional Dr,Yuyung Abdi S.Si, M.Med Kom. Dipandu oleh moderator ketua Jurusan Ilmu Komunikasi Palembang Ibu Sumarni Bayu Anita S.Sos M.A, talksoh ini memberikan pengetahuan apa itu sinematografi dan bagaimana kaum milenial mampu memanfaatkan teknologi dan keahliannya dalam bidang film untuk memgembangkan daerah Sumatera Selatan tercinta.

Terdapat pula pameran fotografi yang meerupakan hasil jepretan teman-teman HIMAKOM khusnya dari divsi jurnalistik sekaligus salah satu program kerja dari divisi tersebut. Di pamera itu di perlihatkan berbagai macam hasil foto yag syarat akan makna dan nilai-nilai dalam ilmu fotografi itu sendiri


Dilanjutkan di malam harinya, pengumuman pemenang. Adapun pemenang lomba film tersebut antara lain film dengan gendre Action dimenangkan oleh Iseng iseng production dengan judul film Tekanan, pemenang film film bergendre horor dari Papulolo Production dengan judul film Paranoid, Pemenang film Drama dimenangkan oleh B&B Production dengan judul film The Last. Pemenang film Legenda dimenangkan oleh Halfas Production dengan judul film si pahit lidah , dan pemenang film bergenre Komedi dari Tak lakoni Production dengan judul Film Gak Ori.


Ada Suatu kebanggan tersendiri yaitu saya selaku Koordinator Humas di acara CafiFes 2019 ini, tantang besar bagi saya untuk berjalan lancarnya event besar ini. Mulai dari belajar bertanggung jawab, belajar berbicara menghadapi para PR Hotel dan  kebangaan bisa saling membantu dalam berjalannya acara, menumbuhkan semangat untuk panita lainnya, saling suport, dan mengetahui arti sebuah pengorbanan.

Rizky Wijaya

Diharapakan acara Candradimuka Film Festival ini dapat diteruskn ke tahun berikutnya dan bahkan lebih seru lagi.

Jumat, 17 Mei 2019

APRESIASI FILM


A.      Apresiasi Versusu Kritik Film
Apresiasi merupakan sebuah bentuk ungkapan penghargaan terhadap suatu karya film. Sementara kritik film seseorang yang mempunyai spesialisasi di bidang film itu sendiri.

B.      Mengkritisi Film
Model Analisi yang dilakukan dengan melihat, menganalisi dan mengevaluasi yang berakhir dengan sebuah penilaian atas film tersebut secara utuh.

C.      Mengapresiasi Film
Mengapresiasi film mengandung sebuah pengertian yaitu memahami, menikmati dan menghargai

D.      Tahapan Mengapresiasi Film
1.       Pemahaman
2.       Penikmatan
3.       Penghargaan

E.       Hambatan dalam Mengapresiasi Film
1.       Adanya kecendrungan untuk memilih jenis film tertentu
2.       Terlalu merespon salah satu bagian dari sebuah film dan kurang memperhatikan secara seksama bagian yang lain sehingga tidak bisa mengapresiasi film secra utuh.
3.       Adanya overstimateterhdap film sebelum mlihat film terkadang membuat penonton malah menjadi kecewa ketika yang diharapkan tidak muncul.
4.       Kondisi psikologi saat menonton seperti ketika sedang sedih atau terlampau gembira terkdang juga mempengaruhi mod penonton dan mengapresiasi film.
5.       Adanya gangguan dari penonton yang seringkali besifat teknis seperti tata suara bioskop yang kurang prima, penonton lain ribut atau proyektor tidak bisa menyajikan gambar dengan mutu yang bagus tentu saja juga akan mempengaruhi apresiasi.
KONVENSI DALAM FILM


A.      Pengertian Konvensi
Konvensi lebih merupakan kesepakatan terhadap prinsip-prinsip dasar mengenai sesuatu hal.
B.      Macam-macam Konvensi
1.       Continuity Film
Sebuah pengambaran secara literal atau harafiah hidup dalam keadaan yang dapat dipercaya dengan tatanan kronologis yang runtut.
2.       Dynamic Film (Non Continuity Film)
Konvensi ini ditandai oleh sifatnya yang dokumenter dan mengandung fantasi.
3.       Frame
Pemilihan gambar dan suara yang dilakukan oleh pembuat film untuk membingkainya secara baik dan menyambung-nymabungkannya dalam sebuah kesatuan utuh.
4.       Visual Thiking
Segala aspek kehidupan yang hendak dituangkan dalam film sebatas yang mempu terekam dalam kehidupan frame untuk kemudian di tata sesuai dengan keinginan pembuat film.
5.       Mise-en-Scene
Suasana dimana karakter hidup

Kamis, 16 Mei 2019

NOBAR Film SHAZAM

Keseruan Nonton Bareng Film SHAZAM ! Di Bioskop XXI Opi-Mall bersama seluruh Mahasiswa-Mahasiswi Jurusan Ilmu Komunikasi Semester 4 Sekolah Tinggi Ilmu Sosial Dan Politik Candradimuka palembang Dan Dosen Cantik sekaligus Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi Sumarni Bayu Anita, S.sos,M.A


Mulai dari perjalanannya menaiki LRT dari stasiun Bumi Sriwijaya Palembang Icon Sampai ke stasiun Bumi Sriwijaya Opi Mall. Dan film yang di pilihpun adalah film SHAZAM.
Film yang di luar Ekspektasi

review-film-shazam-superhero-dc-yang-di-luar-ekspektasi
Film ini menceritakan tentang seorang anak yang kehilangan orang tuanya Dia adalah Billy Batson. Di saat Billy sedang pergi ke taman ria, dia tersesat dan tidak bisa menemukan ibunya/ Bapaknya? Tak tentu arah dan Billy enggak pernah ketemu bapaknya dari kecil.
Billy berpindah-pindah dari satu orang tua asuh ke satu orang tua asuh lainnya. Hidupnya berubah saat dia diasuh sepasang suami-istri baik hati yang juga mengasuh beberapa anak yatim piatu lainnya. Billy sekamar dengan Freddy, yang memiliki keterbatasan fisik, tetapi pintar.
Di sekolah, Freddy di-bully oleh senior-seniornya. Saat di-bullyBilly membantu Freddy. Setelah kabur, Billy tiba-tiba ter-teleport ke sebuah gua. Gua milik seorang penyihir. Shazam! namanya.
Shazam! mengatakan bahwa, dia memiliki sebuah kekuatan magis, dan karena dia satu-satunya yang masih menjaga ilmu ini, dia ingin mewarisi kekuatan ini ke orang dengan hati yang murni. Billy-lah orang yang tepat m.
Dengan hanya mengucapkan "Shazam!Billy berubah menjadi orang dewasa, dan memiliki kekuatan yang hebat sekali. Awalnya, Billy tidak menyadari. Lama-kelamaan dia memahami kekuatannya.
Yang jadi masalah, Billy tidak sadar dengan adanya super villainThadeusThadeusinilah yang menjadi musuh pertama Billysebagai Shazam!

Superhero DC dengan Gaya Komikal

OK OK OK. Awalnya, justru Shazam inilah yang bernama asli Captain Marvel. Tapi nih, karena masalah jual beli dan juga transfer kepemilikikan, the original Captain Marvelberubah menjadi Shazam! Tapi tetap saja, secara komik, nama Shazam tetap Captain Marvel.
Shazam sendiri tuh merupakan singkatan dari nama-nama dewa yang kekuatannya diberikan kepadanya. Solomon, Hercules, Atlas, Zeus, Achilles dan Mercury.
Pemeran anak-anaknya tentu saja belum cukup terkenal. Yang paling terkenal (di mata Jaka) adalah si pemeran Shazamdewasa. Zachary Levi yang sempat main di Chuck TV Series dan pengisi suara Flynn Rider di film Disney Rapunzel's Tangled (2010).
Karena ini merupakan cerita asal-muasal kebangkitan Shazam, ceritanya menarik sekali, dan enggak seperti film superherobiasanya, Shazam menggali sisi kemanusiaan ketika seseorang mendapatkan kekuatan superhero. Berasa banget ada permainan sisi psikologisnya.
Yang paling penting, setelah seluruh barisan film-film DC yang seriuuuuuuuuuuusmelulu, Shazam cukup komedik. Lucu dan amat menghibur. Sepanjang film, Jaka bisa tertawa cukup lepas.

Akhir Kata

Shazam! berhasil membawa penghiburan yang menyenangkan. Catet, ini satu-satunya film DC yang rilis di tahun ini, sebelum Wonder Woman 1984 (2020) dirilis tahun depan.
Film Shazam! rilis tanggal 2 April 2019 di bioskop-bioskop kesayangan. Ada versi reguler dan versi layar raksasa juga di beberapa jaringan bioskop Indonesia.
Film ini tidak untuk semua umur, dengan beberapa adegan cukup menyeramkan. Ajak orang yang pantas untuk nonton film ini!