Sabtu, 30 Maret 2019

ide cerita film karya sendiri ( sebagai sutradara)

LEGENDA HANTU BANYU

Pernah mendengar hantu air? Sesuai dengan namanya hantu ini tentunya hidup dalam air dan merupakan salah satu hantu paling menyeramkan. Bahkan hantu yang kerap disebut sebagai hantu Banyu ini bisa membuat manusia yang di dekatnya celaka. Lantas, apakah wujud hantu banyu ini nyata atau hanya mitos?

Di beberapa wilayah di tanah air memiliki kisah misterinya masing-masing. Dari sekian banyak misteri, wilayah seperti Sumatera Selatan yang memang banyak aliran sungai memiliki kisah misteri tentang hantu air. Berikut ulasan mengenai asal-usul dan wujud hantu banyu.



Asal-usul hantu banyu

Menurut legenda, asal-usul hantu banyu ini bermula dari sebuah kerajaan besar yang tiba-tiba terkena musibah karena putra dari raja sakit secara misterius. Dia mengalami sakit gatal-gatal pada sekujur tubuhnya dan lambat laun menjadi amis dan berbau anyir. Kejadian ini membuat penghuni kerajaan dan sang raja melakukan berbagai cara untuk menyembuhkan penyakitnya. Namun tidak ada yang berhasil.

Singkat cerita, salah satu penasihat ada yang mendapatkan bisikan gaib yang mengatakan bahwa putra raja bisa disembuhkan dengan cara menikahkannya dengan seorang wanita yang lahir dalam keadaan terbungkus tembuni/ari-ari. Raja pun memerintahkan pengawalnya untuk mencari seorang gadis yang hendak dijodohkan oleh putranya, Tentunya dengan syarat dulunya sang gadis harus terlahir dalam keadaan terbungkus tembuni/ari-ari.

Kabar tersebut menyebar ke seluruh pelosok kerajaan, bahkan ke beberapa kerajaan tetangga. Dan akhirnya salah satu raja dari kerajaan lain bersedia menjodohkan putrinya yang memang dulunya terlahir dalam keadaan terbungkus ari-ari. Namun, sang raja ternyata memiliki tujuan lain, dia ingin menjodohkan putrinya dengan tujuan kekuasaan.


Keputusan ini ditentang oleh purtinya. Sang putri tidak suka dijodohkan terutama oleh pria yang mengidap penyakit aneh. Dia akhirnya menyetujui walaupun merasa sedih dan kecewa. Singkat cerita, pernikahan dilangsungkan.

Setelah pernikahan, waktunya mempelai wanita dibawa menuju kerajaan menggunakan tandu. Di dalam tandu itulah kedua mempelai berada, sang putri tidak tahan dengan bau anyir dan amis sang suami. Hingga tibalah rombongan itu tba di sebuah sungai dan menyebrang menggunakan jembatan bambu. Sang putri yang tidak tahan merasa mual dan muntah-muntah.

Sang putri yang tersiksa akhirnya memutuskan untuk keluar tandu dan menceburkan diri ke aliran sungai yang deras. Seluruh pengawal dan prajurit mencari sang putri namun tidak membuahkan hasil. Dari sinilah muncul sosok misterius yang dikenal dengan “Antu Banyu” atau hantu banyu yang diyakini sebagai hantu wanita berambut panjang yang bisa mencelakai manusia dengan menjeratnya menggunakan rambut panjangnya.

Wujud dari hantu banyu

Seperti yang sudah disebutkan tadi, wujud hantu banyu merupakan hantu wanita yang berambut panjang, bahkan kadang hanya menyerupai rambut seorang wanita yang kadang terlihat mengambang di aliran sungai maupun di dalam sungai.

Masyarakat di bantaran sungai Musi tidak asing lagi dengan cerita hantu banyu. DI sungai musi kadang diyakini hantu muncul secara tiba-tiba dan langsung menggulung orang yang sedang berada di sungai. Sayangnya tidak ada orang yang bisa bercerita tentang ciri-ciri dan wujud hantu banyu karena mayoritas korban langsung tenggelam dan kehabisan nafas.

Selain dikenal dengan nama hantu banyu, hantu ini juga dikenal dengan nama “Antek Anyu” dan ceritanya juga terdengar di seluruh wilayah Sumatera Selatan. Tidak heran jika cerita ini telah menjadi legenda. Masyarakat sekitar meyakini jika hantu ini banyak mendiami sungai-sungai yang memiliki goa atau batuan karang yang jarang tersentuh manusia.

Meskipun cerita dan wujud hantu banyu ini merupakan sebuah legenda, namun tidak ada salahnya jika kita menghargai kebudayaan di Indonesia termasuk cerita yang berkembang di masyarakat. Semoga ulasan ini bisa menambah pengetahuan mengenai legenda di tanah air.

Jumat, 29 Maret 2019

tahap produksi : bermain dengan kamera

TAHAP PRODUKSI : BERMAIN DENGAN KAMERA

Yang termasuk dalam proses produksi yakni adalah proses perekaman  baik maupun suara-suara secara langsung maupun terpisah.

Beberapa tipe produksi diantaranya adalah sebagai berikut :

A. TIPE PRODUKSI

1.     Single System Production
Proses produksi film atau video dimana yang diambil hanya gambarnya saja atau video nya saja. Untuk tipe ini pengambilan suara biasanya dilakukan kemudian biasanya menggunakan sistem dubbing yang biasanya dilakukan dalam sebuah studio audio.

2.     Double System Production
Proses produksi film atau video dimana yang diambil adalah gambarnya saja atau videonya sekaligus dengan audio nya. Untuk tipe produksi ini yang perlu dipersiapkan adalah penyiapan mikropon yang digunakan sebagai alat bantu pengambilan suara disesuaikan dengan jenis dan adegan suara yang mau diambil.

B.    FRAME CUTTING POINT

1.     Extreme Close         : Shot detail suatu obyek
2.     Big Close Up           : shot sangat dekat
3.     Close Up                 : Shot dekat
4.     Medium Close Up    : Shot agak dekat
5.     Medium Shot           : Shot agak dekat sekitar ½  subyek
6.     Knee Shot                : Shot tiga seperempat
7.     Full Shot                  : Shot objek secara penuh
8.     Long Shot                : shot jauh untuk menangkap objek secara keseluruhan
9.     Extreme Long           : shot sangat jauh yang memperlihatkan subjek lebih kecil dari   background nya


C. GERAKAN KAMERA
Panning
Panning adalah gerakan kamera secara horizontal (posisi kamera tetap di tempat) dari kiri ke kanan atau sebaliknya.
Pan right : gerak kamera mendatar dari kiri ke kanan.
Pan left : gerak kamera mendatar dari kanan ke kiri.

Tilting
Tilting adalah gerakan kamera secara vertikal (posisi kamera tetap di tempat) dari atas ke bawah atau sebaliknya.
Tilt up : gerak kamera secara vertikal dari bawah ke atas.
Tilt down : gerak kamera secara vertikal dari atas ke bawah.

Tracking
Track adalah gerakan kamera mendekati atau menjauhi obyek.
Track in : gerak kamera mendekati obyek
Track out : gerak kamera menjauhi obyek

SUDUT PENGAMBILAN KAMERA

High Angle (Bird eye view)
Posisi kamera lebih tinggi dari obyek yang diambil.

Normal Angle 
Posisi kamera sejajar dengan ketinggian mata obyek yang diambil.

Low Angle (Frog eye view)
Posisi kamera lebih rendah dari obyek yang diambil.

Obyektive Kamera
Tehnik pengambilan di mana kamera menyajikan sesuai dengan kenyataannya.

Subyektive Kamera
Tehnik pengambilan di mana kamera berusaha melibatkan penonton dalam peristiwa. Seolah-olah lensa kamera sebagai mata si penonton atau salah satu pelaku dalam adegan.

Kamis, 28 Maret 2019

Talkshow GENPI sumsel film legenda di palembang square

TALKSHOW GENPI SUMSEL TENTANG FILM LEGENDA DI PALEMBANG SQUARE.



Minggu, 10 Maret 2019 Mahasiswa/i Ilmu Komunikasi Stisipol Candradimuka datang ke acara seminar seru yakni Talkshow dan Sharing tentang Film Legenda di Palembang Square Mall.



Tema Talkshow kali ini adalah Genpi Sumsel dan Kreativitas Membuat Film Legenda Sumsel. Talkshow ini juga membahas tentang bagaimana cara pembuatan film pendek di jenis film legenda. selain itu seminar ini juga mengadirkan talkshow interaktif yang di moderatori oleh  Ibu Sumarni Bayu Anita, S.sos, M.A selaku Ketua Umum Genpi Sumatera Selatan.

Untuk seminar kali ini dibahas bagaimana tata cara dalam pembuatan film pendek itu sendiri bagaimana langkah awal pembuatan film tersebut, bagaimana jika isi film tersebut tidak sesuai dengan Judul yang telah dibuat, apakah film legend tersebut bisa di buat secara modern/tidak.

Beberapa Narasumber yang memberikan informasi diantaranya adalah:
1. Nanda Dadidut
2. Mamas kiki
3. Ade Prabella
4. Nisa Wabbern

Takshow ini sendiri diadakan di jam 14.00-17.00 , gak cuma Takshow aja ada DoorPrize 5 voucher Musillicious Food Festival senilai 50.000 untuk satu vouchernya.

Rabu, 27 Maret 2019

RIVIEW FILM DILLAN 1991

REVIEW FILM DILAN 1991
(SENIN, 09 MARET 2019 , CGV Palembang )
  
Di mata Milea, Dilan termasuk orang yang cerdas dan pintar di kelasnya, buktinya dia selalu mendapatkan ranking satu atau dua. Namun satu hal yang selalu membuat Milea cemas adalah bergabungnya Dilan dengan geng motor. Apalagi Dilan menjabat sebagai Panglima Perang.
Milea selalu cemas jika terjadi hal buruk yang menimpa Dilan karena geng motornya.Suatu malam, Milea pernah memergoki Dilan tawuran. Meski tawuran itu adalah aksi balas dendam Dilan demi Milea, Milea tetap tidak suka.
Dilan tak pernah kapok walaupun dia sempat dimasukkan ke penjara selama 1 minggu dhingga diusir oleh ayahnya.Keduanya jadi sering berdebat tentang masalah geng motor.Kecemasan selalu melanda hati Milea hingga ia merasa tidak nyaman lagi berpacaran dengan Dilan. Ia meminta putus.
Sejak peristiwa itu Dilan menjauh dari Milea. Kesedihan semakin melanda Milea. Ia sebenarnya masih mencintai Dilan.Waktu berlalu. Milea kembali ke Jakarta dan kuliah di sana. Sedangkan Dilan, ia melanjutkan pendidikan di Universitas ternama di Bandung.
Jarak membentang, namum cinta Milea masih sama: hanya untuk Dilan. Makin lama Dila menghilang, Milea berusaha untuk selalu menghubungi Dilan, akan tetapi keluarga Dilan sudah pindah rumah. Milea kehilangan jejak Dilan.
   begitulah sepenggal cerita/ synopsis film Dilan 1991 yang sedang booming dan sangat ditunggu oleh para anak-anak muda karena ceritanya dinilai romantic dan bikin baper (Bawak perasaan) . Film sebelumnya adalah film Dilan 1990 merupakan suatu film yang mendapatkan rating penonton terbanyak pada tahun lalu.
  Usai sukses meraup 6 juta lebih penonton pada Februari 2018 lalu, film Dilan 1990 mengeluarkan sekuel keduanya, Dilan 1991.Film yang diadaptasi dari Novel Dia Adalah Dilanku Tahun 1991 karya Pidi Baiq itu bercerita soal jalinan asamara Dilan dan Milea setelah berpacaran.
  Kisah asamara Dilan dan Milea adalah kisah nyata yang terjadi di kota Bandung, 1990. Film Dilan 1991 mengambil sudut pandang dari Mileatentang sosok Dilan.

Membedah Unsur-Unsur Film Dilan 1991 :
1. Ide Cerita :
Dilan 1991 adalah sebuah film Indonesia tahun 2019 yang disutradarai oleh Fajar Bustomi dan Pidi Aldiano. Film tersebut adalah sekuel dari Dilan 1990. Film tersebut pertama tayang pada 28 Februari 2019 dalam "Hari Dilan" di Bandung, sebelum resmi tayang di seluruh Indonesia empat hari kemudian. Syutingnya digelar di Bandung pada November 2018. Film ini adalah sekuel dari Dilan 1990 yang tayang Januari 2018.
 


2. Skenario :
Di mata Milea, Dilan termasuk orang yang cerdas dan pintar di kelasnya, buktinya dia selalu mendapatkan ranking satu atau dua. Namun satu hal yang selalu membuat Milea cemas adalah bergabungnya Dilan dengan geng motor. Apalagi Dilan menjabat sebagai Panglima Perang.
Milea selalu cemas jika terjadi hal buruk yang menimpa Dilan karena geng motornya.Suatu malam, Milea pernah memergoki Dilan tawuran. Meski tawuran itu adalah aksi balas dendam Dilan demi Milea, Milea tetap tidak suka.
Dilan tak pernah kapok walaupun dia sempat dimasukkan ke penjara selama 1 minggu dhingga diusir oleh ayahnya.Keduanya jadi sering berdebat tentang masalah geng motor.Kecemasan selalu melanda hati Milea hingga ia merasa tidak nyaman lagi berpacaran dengan Dilan. Ia meminta putus.
Sejak peristiwa itu Dilan menjauh dari Milea. Kesedihan semakin melanda Milea. Ia sebenarnya masih mencintai Dilan.Waktu berlalu. Milea kembali ke Jakarta dan kuliah di sana. Sedangkan Dilan, ia melanjutkan pendidikan di Universitas ternama di Bandung.
Jarak membentang, namum cinta Milea masih sama: hanya untuk Dilan. Makin lama Dila menghilang, Milea berusaha untuk selalu menghubungi Dilan, akan tetapi keluarga Dilan sudah pindah rumah. Milea kehilangan jejak Dilan.

3. Sutradara
      Dilan 1991 adalah sebuah film Indonesia tahun 2019 yang disutradarai oleh Fajar Bustomi dan Pidi Baiq.
4. Pemeran (Aktris/Aktor)
Film tersebut kembali dibintangi oleh Iqbaal Ramadhan sebagai Dilan dan Vanesha Prescilla sebagai Milea, sementara Maudy Koesnaedi memerankan karakter baru bernama Tante Anis dalam film ini. Adhisty Zara dari JKT48 dan Ira Wibowo kembali berperan masing-masing sebagai adik dan ibunda Dilan. Ridwan Kamil, yang kini menjabat Gubernur Jawa Barat, kembali ikut bermain di film ini.

5. Tata Atristik
Set Lokasi diambil di Bandung, Jawa Barat tetapi diakhir scene juga diambil di UI (Universitas Indonesia) Jakarta.
6. Editing
Tim editing untuk film ini sendiri tidak dijelaskan siapa , tetapi untuk film ini di produksi oleh Max Picture dengan distributor nya sendiri Falcon Pictures

7. Tata Suara
Dalam Film ini menurut saya memiliki tata suara yang sangat baik semua kata dapat terdengar dengan jelas   dan tidak ada kebisingan (Noisy)

8. Tata Musik
Dalam Film ini Musik ditata oleh Andhika Triyadi
9. Visual Effect
Visual effect (VFX) adalah teknik yang digunakan dalam industri film, televisi, dan animasi yang menyertakan proses manipulasi tertentu di luar adegan pengambilan gambar syuting asli. Dalam Film ini saya tidak menemukan penggunaan visual efek karena latar / suasana film dibuat secara nyata
Kesimpulan Review Film : Film ini dibuat dengan tujuan untuk menghibur , walaupun film ini terinspirasi dari kisah nyata sungguhan dan diangkat dari Novel Karya Pidi baiq. Pesan moral yang ingin disampaikan pun menurut saya tidak ada, untuk pemerannya sendiri sangat masuk kedalam cerita yang disajikan. Tetapi untuk endingnya cukup mengahrukan dikarenakan mereka akhirnya berpisah..