Jumat, 10 April 2020

belajar dirumah

Belajar Metodelogi Penelitian Komunikasi Kualitatif

  #DirumahSaja


Be Diligent » Materi Sosiologi Kelas X : Metode Penelitian SosialSaat ini  ditengah permasalah wabah covid 19 semua aktivitas hanya boleh dilakukan dirumah saja, baik bekerja maupun  seluruh aktivitas apapun bahkan perkuliahan terpaksa dihentikan sementara karena virus corona (covid 19) ini semakin meningkat dalam belum terselesaikan.  Untuk mengisi waktu belajar dirumah mahasiswa melakukan aktivitas perkuliahan secara online. Tugas dan absensi dilakukan secara online dengan media yg berbeda-beda, sesuai ketentuan yang dosen berikan. Memang membuat kita merasa bosan. 
Jadi hari-hari saya diisi dengan meluangkan waktu dirumah mencari hal yang bermanfaat yaitu dengan cara  membatu orang tua merapikan rumah sembari itu saja mengisi waktu dengan membaca dan mempelajari buku Metodelogi Penelitian Komunikasi Kualitatif.

Memahami Metode Penelitian Komunikasi Kualitatif 
Menurut Emzir, penelitian kualitatif merupakan salah satu pendekatan yang secara primer menggunakan paradigma pengetahuan berdasarkan pandangan konstruktivist (seperti makna jamak dari pengalaman individu, makna yang secara sosial dan historis dibangun dengan maksud mengembangkan suatu teori atau pola). Penelitian ini memiliki pandangan atau keyakinan bahwa fokus penelitian adalah kualitas makna–meanings (hakikat dan esensi), akar filsafat yang dianut adalah pada asumsi bahwa: realitas adalah subjektif dan jamak seperti yang ada pada individu-individu partisipan yang diteliti (asumsi ontologis), peneliti berusaha melakukan pendekatan dengan partisipan dalam pengumpulan data (asumsi epistemologis), peneliti lebih mengutamakan perspektif partisipan (emik) daripada perspektif peneliti (etik), menggunakan gaya penulisan naratif, penggunaan istilah/terminologi kualitatif, dan batasan definisi-definisi yang digunakan (asumsi retorika), menggunakan logika induktif, bekerja secara rinci, deskripsi rinci tentang konteks studi yang diteliti, dan disain penelitian fleksibel/dapat berubah (asumsi metodologis). (John W. Creswell ).

Terdapat lima jenis penelitian kualitatif, yaitu:
1. Naturalistik
Penelitian kualitatif memiliki latar aktual sebagai sumber langsung data dan peneliti merupakan instrumen kunci. Peneliti masuk dan menghabiskan waktu di latar penelitian (misal sekolah, keluarga, kelompok masyarakat, dan lokasi-lokasi lain) untuk mempelajari setiap aspek yang menjadi fokus penelitian. Peneliti melengkapi peralatan videotape dan peralatan perekam, meskipun ada yang berpendapat bahwa peneliti kualitatif tidak sepenuhnya memperlengkapi peralatan tersebut kecuali izin dan tambahan pemahaman tentang aspek-aspek penelitian yang akan diperoleh di lokasi.
2. Data Deskriptif
Penelitian kualitatif adalah deskriptif. Data yang dikumpulkan lebih mengambil bentuk kata-kata atau gambar daripada angka-angka. Hasil penelitian tertulis berisi kutipan-kutipan dari data untuk mengilustarasikan dan menyediakan bukti presentasi. Data tersebut mencakup transkrip wawancara, catatan lapangan, fotografi, videotape, dokumen pribadi, memo, dan rekaman-rekaman resmi lainnya. Untuk memperoleh pemahaman, peneliti kualitatif tidak mereduksi halaman demi halaman dari narasi dan data lain ke dalam simbol-simbol numerik. Mereka mencoba menganalisis data dengan segala kekayaannya sedapat dan sedekat mungkin dengan bentuk rekaman dan transkripnya.
3. Berurusan dengan Proses
Peneliti kualitatif lebih berkonsentrasi pada proses daripada dengan hasil atau produk. Bagaimana orang melakukan negosiasi makna? Bagaimana istilah-istilah atau label-label tertentu muncul untuk diaplikasikan? Bagaimana pemikiran-pemikiran tertentu datang untuk diambil menjadi bagian dari apa yang dikenal sebagai pengertian umum (Common sense)? Apa  riwayat  alami dari aktivitas atau peristiwa yang diteliti?
4. Induktif
Peneliti kualitatif cenderung menganalisis data mereka secara induktif. Mereka tidak melakukan pencarian di luar data atau bukti untuk menolak atau menerima hipotesis yang mereka ajukan sebelum pelaksanaan penelitian. Teori yang dikembangkan dengan cara ini muncul dari bawah ke atas (bukan dari atas ke bawah), dari banyak buktiyang berbeda yang terkumpul yang saling berhubungan. Teori dibangun berdasarkan  pada data dari bawah/partisipan. Sebagai seorang peneliti kualitatifmerencanakan dan mengembangkan : a) berapa jenis teori tentang apa yang  telah diteliti, b) arah yang akan dituju,setelah mengumpulkan data, dan c) penelitiberinteraksi dengan subjek penelitian.
5. Makna
Makna adalah kepedulian yang esensial pada pendekatan kualitatif. Peneliti yang menggunakan pendekatan ini tertarik pada bagaimana orang membuat pengertian tentang kehidupan mereka. Dengan kata lain, peneliti kualitatif peduli dengan apa yang disebut perspektif partisipan. Mereka memfokuskan pada pertanyaan-pertanyaan seperti: Apa asumsi yang dibuat orang tentang kehidupan mereka? Apa pandangan-pandangan tentang bagaimana menjalani kehidupan? Bagaimana menghadapi berbagai tantangan dalam kehidupan? Dalam sebuah penelitian pendidikan misalnya, peneliti memfokuskan pada perspektif orang tua tentang pendidikan anak-anak mereka. Peneliti ingin mengetahui apa pendapat orang tua tentang mengapa anak-anak mereka tidak dapat melakukan hal-hal yang terbaik di sekolah. (Bogdan dan Biklen).

Berdasarkan metode yang digunakan penelitian kualitatif dapat digolongkan  sebagai berikut:
1) Penelitian Etnografi
Etnografi adalah suatu bentuk penelitian yang berfokus pada makna sosiologi melalui observasi lapangan tertutup dari fenomena sosiokultural.etnografi adalah suatu metode penelitian ilmu sosial. Penelitian ini sangat percaya pada ketertutupan (up-close), pengalaman pribadi, dan partisipasi yang mungkin, tidak hanya pengamatan, oleh para peneliti yang terlatih dalam seni otnografi.
2) Penelitian Studi Kasus
Penelitian studi kasus adalah sebuah metoda penelitian yang secara khusus menyelidiki fenomena kontemporer yang terdapat dalam konteks kehidupan nyata, yang dilaksanakan ketika batasan-batasan antara fenomena dan konteksnya belum jelas, dengan menggunakan berbagai sumber data.
3) Penelitian Fenomenologis
Hakekatnya prinsip fenomenologi berkenaan dengan pemahaman tentang bagaimana keseharian, dunia intersubyektif (dunia kehidupan) atau juga disebut Lebensweltterbentuk. Fenomenologi bertujuan mengetahui bagaimana kita menginterpretasikan tindakan sosial kita dan orang lain sebagai sebuah yang bermakna (dimaknai) dan untuk merekonstruksi kembali turunan makna (makna yang digunakan saat berikutnya) dari tindakan yang bermakna pada komunikasi intersubjektif individu dalam dunia kehidupan sosial. (Rini Sudarmanti)
Fenomenologi menjelaskan fenomena perilaku manusia yang dialami dalam kesadaran, dalam kognitif dan dalam tindakan-tindakan perseptual. Fenomenolog mencari pemahaman seseorang dalam membangun makna dan konsep kunci yang intersubyektif. Karena itu, menurutKuswarno “…penelitian fenomenologis harus berupaya untuk menjelaskan makna pengalaman hidup sejumlah orang tentang suatu konsep atau gejala…”
4) Penelitian Teori Dasar “Grounded Theory
Pendekatan Grounded Theory merupakan suatu cara yang dikembangkan oleh Strauss, terdiri atas serangkaian tahap yang dilakukan secara cermat yang dianggap memberi jaminan suatu teori yang baik sebagai hasil. Strauss menyatakan bahwa kualitas suatu teori dapat dievaluasi dengan proses dimana teori teori tersebut dibangun. Bagian sentral penelitian Grounded Theory adalah pengembangan atau penurunan teori secara tertutup berhubungan dengan konteks fenomena yang dikaji.
5) Penelitian Biografi/Naratif
Penelitian biografi adalah studi tentang individu dan pengalamannya yang dituliskan kembali dengan mengumpulkan dokumen dan arsip-arsip. Tujuan penelitian ini adalah mengungkap turning point moment atau epipani yaitu pengalaman menarik yang sangat mempengaruhi atau mengubah hidup seseorang. Peneliti menginterpretasi subjek seperti subjek tersebut memposisikan dirinya sendiri.
6) Penelitian Analisis Isi
Analisis isi (content analysis) adalah penelitian yang bersifat pembahasan mendalam terhadap isi suatu informasi tertulis atau tercetak dalam media massa. Analisis ini biasanya digunakan pada penelitian kualitatif. Pelopor analisis isi adalah Harold D. Lasswell, yang memelopori teknik symbol coding, yaitu mencatat lambang atau pesan secara sistematis, kemudian diberi interpretasi.
Penelitian Pendidikan dan Keunikannya Halaman 1 - Kompasiana.com
Ada beberapa definisi mengenai analisis isi. Analisis isi secara umum diartikan sebagai metode yang meliputi semua analisis menganai isi teks, tetapi di sisi lain analisis isi juga digunakan untuk mendeskripsikan pendekatan analisis yang khusus. Menurut Holsti, metode analisis isi adalah suatu teknik untuk mengambil kesimpulan dengan mengidentifikasi berbagai karakteristik khusus suatu pesan secara objektif, sistematis, dan generalis.


Ada lima tahap bagi para peneliti jika ingin melakukan penelitian jenis kualitatif, yaitu:

Tahapan Dalam Penelitian Kualitatif
  1. Mengangkat permasalahan.
  2. Memunculkan pertanyaan penelitian.
  3. Mengumpulkan data yang relevan.
  4. Melakukan analisis data.
  5. Menjawab pertayaan penelitian.


Demikianlah di atas sudah kami jelaskan tentang Penelitian Komunikasi Kualitatif baik pengertian, jenis, tahapan dan perbedaannya dengan penelitian kuantitatif. Semoga mudah dipahami oleh pembaca sekalian. Dan semoga artikel ini bermanfaat bagi para pembaca dalam rangka menyelesaikan tugas akhirnya.

Minggu, 19 Mei 2019

Ide cerita sebagai sutradara


SALAH KIBLAT



Film ini menceritakan tentang seorang jomblowan yang sangat ngenesss.

23 Mei 2018, tepat di salah satu Perguruan Tinggi Terkenal di Palembang. Ada seorang lelaki jomblo yang sangat ngenesss karena nasibnya yang bertampang pas-pasan dengan dompet yang berisi mepet dan sifat konyol yg sok ganteng, yang bikin semua cewek - cewek yang dia deketin selalu menghindar dan bahkan ada yang mengejeknya.

Siang itu tepat jam mata kuliah sinematografi berakhir, sebut saja namanya Eko Saputra ini bergegas keluar kelas untuk bertemu dengan teman-teman SMP nya yang sudah menunggu di salah satu cafe ternama di palembang disana mereka bertemu dengan tema buka bersama. Namun setelah sampai nya dia di cafe tersebut dan melihat sekeliling tempat itu penuh sekerumunan orang-orang yang berpasangan bahkan ada yang membawa baby nya. Semua mata tertuju pada ku yang datang hanya seorang diri. Sempat ada yg bertanya pasanganku, aku hanya menjawab ada tapi dia sibuk dengan pekerjaan lain. Ada salah satu suara orang tertawa dan berkata jangan suka menyembunyikan kebohongan boy, jujur saja kalau kau itu jomblo ngenesss. Hahaha.. Dasar jomblo ! Ejek rio kepadaku.
Aku hanya menganggapnya angin berlalu saja dan tak ku ambil hati saat itu. 

Malam setelah ku sesampai di kos aku berkaca dan akhirnya terbaring dikasurku dengan raut muka kusut,sangat berantakan dan terlintas di pikiranku tentang ucapan temanku rio itu. Dasar JOMBLO !
Sempat berpikir kurang apa lagi si aku ?? Dan berpikir putus asa, sampai akhirnya aku tertidur lelap dan bermimpi buruk, mungkin ini mimpi yang paling buruk sepanjang hidup ku.
Aku bermimpi...
Berubah menjadi seorang wanita cantik dan bertubuh sexy dengan nama panggilan cek Eka.

Dengan tubuh ku yang sexy aku memanfaatkannya untuk mempermainkan hati semua lelaki dan menghabiskan uang dan waktunya menjadi sia-sia.
Dalam mimpiku itu aku sedang mempermaikan hati teman ku rio yang sudah mengejekku saat reuni saat itu. Aku mengajak rio kesalah satu hotel berbintang 5 di palembang, dengan raut muka buasnya rio terus marayu ku untuk bergegas menerkamnya dengan kebuasan seorang wanita malam. Saat mendakati puncak rio berteriak sekencang mungkin dan mendorongku hingga aku terjatuh dari tempat tidur. Saat itu aku terkejut dan terbangung dari tidurku. Aku pun bersandar di ujung tempat tidurku dan berkata syukurlah ternyata aku  sedang bermimpi saja. 

Dan sejak itu Eko Saputra berpikir untuk selalu bersyukur atas apa yang telah Tuhan beri walau tampang pas-pasan asalkan agama tetap diutamakan dan tak pernah lupa untuk selalu bersyukur.

KONVENSI DALAM TATA SUARA



A. TATA SUARA
            Tata suara atau sound atau penggunaan unsur audio atau sura dalam sebuah film mempunyai fungsi sebagai pemberi kesan hidup pada unsur visual film tersebut .

B. UNSUR TATA SUARA
            1. Dialog, biasanya mengambil porsi paling besar dalam sebuah film dan biasanya tidak seperti dalam kehidupan sehari-hari yang banyak diwarnai basa-basi dan pembicaraan yang tidak berujung pangkal .
            2. Narasi,  adalah vice over atau suara yang muncul diluar apa yang nampak layar. Kehadiran suara tanpa wujud ini diterima dan dipercaya oleh audince karena suara itu mempunyai otoritas dalam memberikan penjelasan secara verbal terhadap rangkaina gambar yang tertata dalam film .
            3. Thought voice, narasi yang menyiarakan apa yang terjadi dalam benak/ fikiran dimana dalam layar seorang aktor tidak bebicara lewat bibir tapi audince mendengar suaranya yang menceritakan apa yang sedang dipikirkanya semacam menolog panggung yang dipindahkan kedalam film .
            4. Musik, upaya menggambungkan aksi dramatik dan musik dalam film juga merupakan suatu konvensi .
            5.Sound efect,  Sama halnya dengan unsur suara lainya, sound efect mempunyai kontribusi yang besar dalam mendukung ilusi realitas sebuah film .
            6. Atmosphere, merupakan unsur suara yang menciptakan kesan suara terhadap suasana sebenarnya .
AVENGERS


Tak hanya jalan cerita yang matang dan menghibur. Film berdurasi 181 menit ini juga akan menggugah emosi, baik tawa, tangis dan rasa haru. 
Sinopsis Film
Pasca jentikan jari Thanos (Josh Brolin), bumi kehilangan separuh populasinya. Hal ini juga turut dirasakan oleh Hawkeye (Jeremy Renner) yang secara tiba-tiba harus kehilangan keluarganya. Di sisi lain Tony Stark (Robert Downey Jr) berusaha menguatkan diri dan memupuk harapan untuk bisa kembali menyelamatkan bumi. Para Avengers yang tersisa, Black Widow (Scarlet Johansson), Hulk (Mark Rufallo), Thor (Chris Hemsworth), War Machine (Don Cheadle) memikirkan berbagai cara memungkinkan untuk menghadapi Thanos dan merebut Infinity Stone.
Dengan tambahan bala bantuan dari Captain Marvel (Brie Larson), para superhero ini beraksi kembali dengan harapan mampu mengalahkan Thanos. Namun sayang apa yang mereka prediksi ternyata tak sesuai dengan rencana awal.



Hidup dalam rasa putus asa selama 5 tahun, sebagian orang mulai menjalani kehidupan baru, bahkan beberapa superhero memilih untuk menjalani hidup normal dan menerima kenyataan. Namun harapan baru muncul saat Scott Lang atau Ant Man (Paul Rudd) kembali ke bumi setelah terjebak di alam kuantum. Dan melalui ide 'gila' yang dimiliki Scott, para Avangers pun kembali bersemangat untuk mendapatkan Infinity Stone dan mengembalikan setengah populasi dunia yang sempat hilang.
Pertarungan penutup kisah yang mengagumkan
Tak banyak yang bisa saya ungkapkan demi menjaga alur cerita Avengers tetap aman tanpa spoiler.


Namun secara keseluruhan Avengers: Endgame merupakan tontonan yang layak disaksikan, terutama bagi Anda penggemar superhero Marvel. Penampilan sederet aktor A list tentu jadi nilai plus yang turut membuat film ini terasa menghibur untuk disaksikan. Dan tentu saja penampilan terakhir Stan Lee sebagai cameo seolah menjadikan film Marvel ini sebagai kisah penutup yang manis.

    

Struktur Bercerita Dalam Film




A. POLA NARATIF


1. STRUKTUR NARATIF

          Yaitu film yang menggunakn struktur bercerita yang menyampaikan sebuah kisah atau pesan tertentu dimana biasanaya cara berceritanya menggunakan urutan kronologis peristiwa .


2. PROSES PENULISAN POLA NARATIF


                1. Basic Story Idea, membuat ide dasar atau gagasan cerita.

                2. Narrative Synopsis Outline, membuat ringkasan cerita yang biasanya ditulis dalam         bentuk  paragraf dengan panjan sekitar 1-2 halaman .

                3. Scene Outline/Scene Breakdown, sering juga disebut dengan treatmant karena sudah   membagi sinopsis atau bringkasan cerita dalam beberapa sekwen atau pembababakan yang berisikan ringkasan isi sekwen, isi pokok adegan, situasi dan suasana, toko, seting, property, dan shot penting disetiap sekwen .

                4. First Draft, Naskah pertama yang dibuat oleh penulis naskah sebelum menerima masukan dari tim kreatif lain seperti sutrdara, produser, maupun tim .


3. TEKNIK NARATIF

                1. Exposition

                2. Preperation

                3. Foreshadowing

                4. Plant

       

4. POINT OF VIEW (pov)

                1. The First person

                2. Omniscient

                3. Scenic/ objective

                4. Dencentral intelegence


5. POLA NON NARATIF


                Beberapa bentuk film non naratif

                1. Film kategoris

                2. Film Reloris

                3. Film abstrak

                4. Film Asosiatif
    

Sabtu, 18 Mei 2019

Memahami Gerakan pada KAMERA


A.    TUJUAN GERAKAN KAMERA

1.      Gerakan panning

a.       Tujuan fungsional / teknis
1.      Mengikuti gerakan subyek / keinginan untuk menunjukan situasi
2.      Menunjukan bagian bagian di mana bagian bagian tersebut mempunyai hubungan satu sama lain
3.      Menunjukan pemandangan secara keseluruhan
4.      Menghindari subyek atau objek yanh tidak di inginkan masuk dalam gambar

b.      Tujuan artistik
1.      Menghubungkan beberapa subjek yang tempatnya terpisah
2.      Memperlihatkan hubungan bagian yang satu dengan  bagian yang lainnya
3.      Memperlihatkan sebab akibat
4.      Mengalihkan titik perlihatkan penonton
5.      Membangun ketenganngan yang mempunyai dampak pada penonton

2.      Gerakan pedestal up

A.     tujuan fungsional  / teknis
1.      Melihat gerakan secara keseluruhan
2.      Menghindari subyek atau objek yang ada di foreground atau latar depan gambar
B.     Tujuan artistik
1.      Melihat subjek atau objek dari atas ke bawah
2.      Mengurangi kekuatan subjek
3.      Mengurangi dominasi foreground
4.      Ccgcfd

3.      Gerakan pedestal down

a.       Tujuan fungsional / teknis
1.      Medapatkan level shots dari subyek yang rendah letaknya
2.      Mengambil gambar subjek atau objek sekaligus dengan foregroundnya
3.      Menghindari gerakan di belakang subjek

b.      Tujuan artistik
1.      Meningkatkan pehatian penonton
2.      Menambah kekuatan subjek

4 . gerakan dolly / track in

a.       Tujuan fungsional / teknis
1.      Memperlihatkan aktivasi talent secara lebih rinci
2.      Menghindari subjek atau objek yang tidak di perhatikan
3.      Memposisikan kembali setelah terjadi perubahan kedudukan subjek atau objek
4.      Merubah titik perhstiksn gambar
5.      Memperkuat subjek yang sedang menuju gambar

b.      Tujuan artistik
1.      Menciptakan efek sujektif
2.      Meningkatkan ketegangan
3.      Mengisi subjek yang mulai lemah dominasinya karena subjek menjahui kamera
4.      Mengalihkan perhatian penonton
5.      Memusatkan perhatian
6.      Memperlihatkan adanya informasi baru pada gambar
7.      Memperlihatkan subyek yang dinilai penting

5 . gerakan pedestal up

a.       Tujuan fungsional  / teknik
1.      Melihat gerakan secara keseluruhan
2.      Menghindari subjek atau objek yang ada di foreground atau latar depan gambar
3.       Memperlihatkan
Manipulasi Waktu Dalam Film


A.      Screen Time
Melalui peristiwa yang dinampakkan di layar misalnya hari, bulan, tahun, dll
B.      Subjective Time
Manipulasi waktu yang subyektif ini melalui emosi atu perasaan yang ditunjukkan melalui karakter.
C.      Compressed Time
Manipulasi waktu dengan waktu yang dipampatkan biasanya melalui pembuatan sekwen, scane atau shot dengan setting waktu yang berbeda.
D.      Long Take
Shot Tunggal Yang menunjukkan periode waktu tertentu yang kelihatan natural karena hampir sesuai kenyataanya.
E.       Simultaneous Time
Peristiwa yang terjadi di tempat yang berbeda tapi bersamaan dngan pararel editing atau editing.
F.       Slow-Motion
Pengunaan efek memperlambat agenda untuk menunjukkan bahwa adegan dilakukan dengan cepat, atau bis juga untuk menekankan efek framatik agenda tersebut.
G.     Fast-Motion
Penggunaan efek mempercepat agenda untuk memperlambat agenda atau membuat kesan lucu.
H.      Reseverse Motion
Pengunaan agenda diulang untuk mrnggunakan action tidak jadi dilakukan seperti orang terjun ke kolam ditarik sehingga tidak tejadi.
I.        Replay
Pengulangan beberapa agenda yang dianggap penting untuk menunjukkan bahwa si karakter sedang mengingat apa yang pernah terjadi.
J.        Freeze-Frame
Penggunaan still atau tidak ada gerakan sama sekali  untuk menunjukkan  waktu yang telah berlalu dan kemudian berganti dengan adegan atau proses selanjutnya.
K.      Flasback
Sebuah break di antara runtutan untuk menunjukkan apa yang pernh terjadi di masa lalu dengan apa yang terjadi sekarang.